Berkutat pada benda-benda usang bagi banyak orang tidaklah menarik, bahkan serasa membosankan. Namun, bagi Ali Anwar Somad, justru menjadi pekerjaan yang mengasyikkan. Dia merasa bertamasya ke masa lalu mengumpulkan serpihan-serpihan kenangan.
“Seluruh dokumentasi KH Noer Ali dan pesantrean Attaqwa saya yang mengurus. Setiap hari berkutat dengan arsip-arsip lama membuat saya serasa lebih dekat dengan sosok Pak Kiai,” ujar Somad, kepala pusat arsip, dokumentasi dan publikasi Yayasan Attaqwa Kabupaten Bekasi.
Tidak mudah merawat benda-benda lawas, apalagi berbentuk kertas dan rekaman kaset tape atau radio. Butuh ketelatenan dan kehati-hatian, sebab waktu telah merapuhkannya. Salah memegang saja, bisa robek dan fatal akibatnya.
“Seluruh dokumentasi KH Noer Ali dan pesantrean Attaqwa saya yang mengurus. Setiap hari berkutat dengan arsip-arsip lama membuat saya serasa lebih dekat dengan sosok Pak Kiai,” ujar Somad, kepala pusat arsip, dokumentasi dan publikasi Yayasan Attaqwa Kabupaten Bekasi.
Tidak mudah merawat benda-benda lawas, apalagi berbentuk kertas dan rekaman kaset tape atau radio. Butuh ketelatenan dan kehati-hatian, sebab waktu telah merapuhkannya. Salah memegang saja, bisa robek dan fatal akibatnya.




